kisah kinasih [bag. 2]

Posted in Lain-lain on 30 Januari 2007 by T. Ridwan

Selanjutnya…

Kisahku ini berawal dari sini , menerima ajakan temanku untuk ikut forum Transformasi Mahasiswa 2003 di Bogor-JABAR, tanpa sengaja aku ketemu temen baru yang asyik-asyik dan tanpa dinyana aku juga ketemu teman-teman lamaku yang tiga, empat bahkan ada yang sampai enam tahun tidak bertemu, waaah… nggak kebayang sebelumnya deh. Aku seneng banget bisa ketemu sama mereka semua, mungkin itu sudah takdir Tuhan kali ya ?
Uppsss….prolognya kayaknya kepanjangan ya ? oke deh aku singkat aja ! kita mulai ya satu…dua…tiga….!!!
14 AGUSTUS 2003 [ KAMIS ]
sore hari kira-kira pukul 15.30 aku siap-siap meluncur ke Bogor Jawa Barat untuk mengikuti acara Transformasi Mahasiswa 2003, program bersama mahasiswa Islam-Kristen dengan tema “ Membangun jembatan komunikasi di tengah Pluralisme bangsa “ begitu kurang lebih lengkapnya. Rencananya acara itu akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 15-17 Agustus 2003 bertempat di Wisma Kinasih Caringin Bogor dan akan diikuti oleh sekitar 400 orang mahasiswa Islam dan Kristen se-Indonesia, ramai memang dan aku bisa membayangkan acara ini bakalan seru.
Pukul 17.30 setelah semua peserta kumpul, (rombongan kami berjumlah 40 orang, 30 orang dari Jogja , 6 orang dari semarang dan sisanya dari jombang dan Surabaya yang ikut rombongan kami) kami menuju pelataran parkir dan menghampiri bus pariwisata yang sudah nongkrong dari siang dan nggak sabar pengen cepat-cepat berangkat. Semua penumpang sudah masuk bus. Bus yang kami tumpangi perlahan-lahan merangkak maju meninggalkan pelataran parkiran kampusku, dari jendela busku aku Lihat lambat laun parkiran semakin jauh dari pandanganku pertanda aku sudah mulai jauh
meninggalkan kampusku untuk kemudian berangkat menuju tujuan yaitu mengikuti acara “Transformasi Mahasiswa 2003” begitu sering di ucapkan kawan-kawanku. Selama perjalanan kawan-kawan pada sibuk dengan urusannya masing-masing, ada yang asyik dengan walkmannya, nggak tau deh lagunya apa….lagu nina bobo kali hik…hik…hik…, ada yang seru maen game di HP, ada yang sibuk sms-an kesana kemari juga ada yang “tewas” ngorok selama perjalanan huaa..haa…haa…sampe keliatan ilernya……ih jijay deh.
perjalanan Jogja – Bogor kurang lebih ditempuh 12 jam. Kurang lebih lho…kalau kurang jangan protes ! kalo, lebih ya dibalikin ! Cukup lama emang. bisa bikin –maaf- pantat panas, pegel, cape dan seabrek keluhan lainnya menerpa diri, tapi yang pasti seneng dong. Akhirnya bus nyampe juga dengan selamat eh….sebentar ada yang namanya selamat nggak ya ? perasaan selamat nggak ikut deh
15 AGUSTUS 2003 [ JUM’AT ]
Pukul 05.00 pagi bus rombongan kami tiba di Wisma kinasih Bogor, pak satpam dengan sigap membukakan pintu gerbang Wisma dan menyambut kedatangan kami. Pagi itu udara Bogor dingin, dingiiiiin…..sekali sampai ada kawanku yang buang gas sembarangan, gas yang baru keluar langsung membeku jadi padat saking dinginnya hik..hik..hik…( waah..kalo yang ini si Awan bo’ong nich ) buru-buru kami turun dan masuk ke lobby Wisma menghindari dinginnya udara diluar, terus kami check in dan setelah mendapatkan nomor dan kunci kamar tanpa dikomando semuanya bubar menuju keperaduannya masing-masing, termasuk aku yang mendapat kamar di lantai tiga, “kaciaaaann……deh gua.” Gumamku.
Tidur sebentar, bangun dan terus mandi adalah aktifitas yang pertama aku lakuin setelah cakep baru aku beredar jalan-jalan melihat pemandangan sekitar wisma yang asri karena disana-sini banyak pohon yang rindang. Lapar !!!, perut nggak bisa diajak kompromi nich, akhirnya aku keluar wisma buat nyari makan bareng tho-ge temenku yang agak error, sebelum keluar melewati pntu gerbang kami diminta untuk menyerahkan ID card ke satpam, begitu keluar gerbang kulihat tukang bubur senyum-senyum memandangiku seolah merayu tuk bertemu………( walaaaahh pake kata merayu tuk bertemu segala nich awan, sok puitis !!) akhirnya kudekati tukang bubur, namun Siaalll!!!!!, bokek!!…duit didompet habis, aku dan tho-ge saling berpandangan, tho-ge senyum-senyum imut sambil berkata : “sama… wan lagi apes nich, kita nyari ATM yuk?” tanpa banyak bicara Aku mengiyakan, lalu kami berdua pergi ke Bogor buat nyari ATM. Setelah cape puter-puter Bogor kami menemukan ATM tak jauh dari kebon raya Bogor. “Uppss…dapet juga.” Ujar kami berdua, setelah itu kami buru-buru pulang ke wisma takut banyak yang merasa kehilangan kami he…he..he….
Balik ke wisma aku dan Tho-ge berpisah, tho-ge langsung pasang aksi hunting nyari kecengan temen baru. kalo aku sih biasa-biasa aja nggak terlalu bernafsu he…he..he…he yang baca jangan protes ya? Soalnya tokoh aku (awan) itu orangnya baik hati, suka menolong dan rajin menabung. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan ( kayak dasadarma pramuka aja ya?).
Hari mulai sore, sebentar lagi acara pembukaan segera dimulai aku bergegas memasuki ruangan pertemuan dan duduk ditengah-tengah melebur dengan peserta lainnya, yang membuka acara adalah Pak Bungaran Saragih( Mentri Pertanian Kabinet Megawati ). Setelah itu acara berlangsung dengan menghadirkan pembicara bapak bangsa kita , siapa lagi kalo bukan Pak Prof.DR. Nurcholis Madjid yang pada kesempatan itu berbicara panjang lebar tentang Pluralisme bangsa dan ketidakpunyaan mahasiswa akan masa lalu, pak Nurcholis menambahkan mahasiswa hanya punya masa kini dan masa depan, esok hari akan ditentukan oleh sikap dan perbuatan dimasa sekarang, begitu kurang lebih yang bisa aku tangkap dari pembicaraan pak Nurcholis Madjid.

Bersambung…. (ke bagian ke-3)

kisah kinasih [bag. 1]

Posted in Lain-lain on 30 Januari 2007 by T. Ridwan

Pengalaman adalah guru yang paling baik, begitu kata pepatah bijak. Kita bisa mengambil pelajaran dari setiap pengalaman, entah itu pengalaman pribadi ataupun pengalaman dari orang lain. Pengalaman yang menarik akan selalu membekas dalam ingatan, membuat kita tersenyum-senyum bila mengingatnya, apalagi kalau kejadian itu lucu, kocak, atau menyenangkan. Tetapi mengingat pengalaman juga akan membuat trauma, bila kejadian yang telah menimpa kita adalah kejadian buruk, peristiwa yang tidak kita kehendaki. Semakin teringat, semakin tersiksa kita dibuatnya. Aku mungkin orang yang mudah teringatkan oleh romantisme pengalaman, apalagi pengalaman baru yang menyenangkan. Selalu akan terngiang-ngiang dan terkenang, jika sewaktu-waktu melamun dengan diiringi musik yang membuat aku ingat pada peristwa itu. Pikiran akan melayang-layang dan berusaha menghadirkan kenangan itu. Seperti itulah yang terjadi padaku Saat ini, aku telah menuliskan penggalan–penggalan pengalamanku yang bagiku sangat menarik untuk ditulis. Aku telah mencoba mengingat semuanya walaupun tidak seluruhnya dapat tercover, karena aku merasa sulit untuk menceritakannya kembali secara utuh dan detail. Satu baris dua baris, akhirnya berbaris-baris telah aku tulis, kata-kata seakan datang dan bermunculan memenuhi kertas dengan sendirinya, lembaran demi lembaran telah aku hasilkan. Lumayan… sekedar untuk jadi catatan kenangan buatku. Yang sewaktu-waktu akan kubaca jika aku inginkan. Dikirimkan keorang lain? supaya dibaca orang? Ah……Tidak !!!. “ Aku tidak berpikiran untuk mengirimkannya pada siapapun!”. begitu batinku. “kirimkan saja Wan !!”. kata bisikan suara lain. “Kirimkan ??”. tanyaku. “Kirimkan pada siapa ??”. kembali aku bertanya.. Tiba-tiba aku ingat beberapa nama, salah satunya adalah namamu ya! “Kamu”! pekikku. Ya …kamu salah satunya, nama yang sempat teringat terakhir kali ketika aku mau kembali ke Jogja, sayang aku tidak sempat pamit dan say good bye sama kamu. Tapi kenapa harus kamu ?? berbagai pertanyaan silih berganti mengusikku. Bukankah aku Cuma kenal sesaat dan tidak terlalu akrab.”Justru itu…Wan!!”. Dulu kamu Cuma mengenalnya sebentar, kenalpun kamu tidak meninggalkan kesan, jangan-jangan dia salah tentangmu!. Bisa jadi kamu dianggapnya tidak bersahabat, sok, jutek dan lain sebagainya, kasihan kan kamu ?! suara itu kembali mengusik ruang dengarku untuk kesekian kalinya. “aku, kamu, mereka” hadir dan menjadi bagian dari kisahmu itu”.begitu suara itu meyakinkan aku. Iya……ya…aku sempat kenal sama kamu dan temanmu. Waktu itu kesannya garing, aku jadi orang yang menyebalkan dan teman ngobrol yang tidak menyenangkan, aku sadari itu dan aku sangat menyesal, andai waktu bisa kembali…akh andai saja. Nah…mungkin dengan mengirimkan catatan ini akan sedikit banyak memberitahukan secara tidak langsung bahwa aku tidak seperti itu – jutek dsb- dan aku yakin kawan-kawannya jika kelak membaca tulisan ini akan sependapat denganku dan mereka mengerti aku — semoga — itu harapanku. Untuk yang kesekian kalinya kubaca tulisanku, sebelum kukirimkan nanti. Ku ulangi lagi membacanya……seperti inilah catatan kenanganku… ? AGUSTUS 2003 [ ? ] “Wan..! lo mo ikut nggak? acara bersama mahasiswa Islam dan Kristen, pokoknya bakalan seru deh.” begitu kata Gorgom, temanku sekampus disuatu siang. Gorgom yang nama aslinya Heri Bertus adalah mahasiswa jurusan perbandingan agama (Teologi) satu angkatan denganku (angkatan 98, hik..hik..angkatan tua ya ?) selain itu dia adalah sarjana arsitektuk lulusan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gorgom merupakan ketua dari KMAIY (komunitas muda antar iman yogyakarta) yang punya interest terhadap kegiatan lintas iman seperti dialog antar agama, sedangkan aku adalah aktivis komunitas seni yang banyak berkutat dibidang seni teater, musik dan seni pertunjukan lainnya. sanggar nuun, nama sanggar kesenian kampus tempatku , selain itu aku juga sempat aktif menjadi pengurus beberapa organisasi baik itu intra kampus, ekstra kampus, organisasi kedaerahan maupun organisasi lainnya diluar kampus, seperti saat ini aku diberi kepercayaan menjadi ketua komunitas JARINGAN (Jaring-jaring Kebudayaan Yogyakarta ) komunitas yang konsen terhadap kebudayaan secara umum dan kesenian secara khususnya komunitas yang aku pimpin beranggotakan 14 komunutas seni (sanggar-sanggar seni) dari 10 kampus yang ada di Yogyakarta seperti UGM, IAIN JOGJA, ABAYO, STIEYO, STIEKERS, STENKO, AASW, AMIK WISMAYO dan lain sebagainya he..he..he..aku lumayan hebat kan ? ( nggak nanya weks……!!!) selain di bidang seni, aku juga menaruh perhatian besar pada hal-hal yang bersifat kemanusiaan, lingkungan hidup, kajian sosial budaya dan toleransi antar umat beragama, juga masalah Teologi, Ketika diajak jadi delegasi dari Jogja untuk mengikuti forum mahasiswa Islam – Kristen tanpa berpikir panjang aku mengiyakan ajakan dari Gorgom. Oh….ya aku biasa di panggil Awan dan akrab disapa dengan nama itu –A-W-A-N- entahlah….mungkin orang sini( kawan-kawan Jogja ) kerap memanggilku seperti itu karena aku memang seperi awan! kadang putih, tak jarang hitam , kadang mendung, tiba-tiba dengan cepat berubah cerah, kadang diam ditempat tapi juga sering terlihat berjalan-jalan………hmm seperti awan yang selalu mengikuti suasana hatinya, tapi nama kecilku memang awan sich…kependekan dari RIDWAN Makanya temen-temen lamaku agak asing dan merasa nggak kenal kalo aku dipanggil awan “tapi nggak apa-apalah ntar juga tau .“ bisikku dalam hati. Bersambung… (ke bagian ke-2)

Bismillah….

Posted in Lain-lain on 26 Januari 2007 by T. Ridwan

Bismillah….

Dengan menyebut nama Tuhan ku mulai segala aktivitas.

Hore!!!

Posted in Lain-lain on 27 Desember 2006 by T. Ridwan

Salam. ini postingan blog pertama untuk blog T. Ridwan di www.wordpress.com

tunggu tulisan saya selanjutnya :)