Oleh: T. Ridwan | 5 Oktober 2007

Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan, kusambut engkau dengan sukacita

Oleh: T. Ridwan | 31 Januari 2007

kisah kinasih [bag. 5] selesai.

Selanjutnya….

Aa Gym tidak hadir dan Panitia tidak memberi konfirmasi dan klarifikasi apa-apa, sehingga para peserta Sayang sekali sampai larut malam aku tidak menemukan mereka. dengan langkah gontai aku menuju kamarku dan membaringkan tubuh, melamun sampai akhirnya tertidur. Krik…krik…krik…krik…1000x kembali suara jangkrik mengerik menambah syahdu suasana sunyi menjelang pagi tatkala berpasang-pasang mata terlelap dalam hangatnya pelukan malam. Zzz..zz..zzz..z..z..

17 AGUSTUS 2003 [ MINGGU ]
Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali walaupun aku Cuma tidur satu jam, kemudian mengambil air wudlu shalat subuh dan berdo’a kepada Tuhan agar diberi hati yang lapang dan kejernihan berpikir dalam menyikapi perbedaan sesama mahluk Tuhan, bukankah perbedaan itu indah jika kita bisa memaknainya.
pukul 08.00 – 10.00 recananya Aa Gym akan memberikan ceramah tentang “Moralitas Pemimpin Masa depan di tengah-tenga pluralisme bangsa”. Namun sayang sangat menyesalkan ketidak jelasan informasinya.
Akhirnya pagi itu hanya di isi oleh pak Pdt. Nus Reimas yang meyampaikan ceramah tentang Transformasi Mahasiswa dengan dibantu oleh moderator pak Drs. William Wairata. kesanku tentang Transformasi Mahasiswa menarik, dan harus didukung dan di aktualisasikan secepatnya.
Pagi itu kami semua memperingati hari kemerdekaan, karena bertepatan dengan tanggal 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Indonesia, kami larut dalam suasana haru. Semua bersyukur memuji Tuhan atas berkah kemerdekaan yang diberikan-Nya, kami menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama karena kami adalah satu dan itu pasti…!! Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa INDONESIA, kami sadar walaupun berbeda suku dan agama tetapi kami satu bangsa Indonesia bangsa yang ber-Bhineka Tunggal IKa. Setelah prosesi selesai kami beristirahat sejenak untuk persiapan acara penutupan.
Siang hari merupakan saat terakhir kebersamaan kita dalam transformasi mahasiswa. Perasaan gembira dan sedih bercampur aduk, gembira karena kita bisa kumpul bersama, bertemu satu sama lain sesama anak bangsa walaupun berbeda suku dan agama. Sedih Karena sudah saatnya berpisah dan mengucapkan selamat tinggal buat temen-temen kita.
Tak terasa hari-hari penuh warna dan makna telah kita lalui bersama, terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan, tak henti-hentinya kuucapkan syukur. Terima kasih telah mempertemukan kita dalam kasih-MU, puji syukur Alhamdulillah hanya kalimat itu yang bisa terucap dari dalam hati yang paling dalam. Semoga Tuhan mendengarkan hamba-NYA dan aku yakin akan hal itu.
Para peserta transformasi mahasiswa terlihat saling bergandeng tangan, berrangkulan, begitu dekat begitu akrab, suasana semakin haru ketika lagu kemesraan dinyanyikan, semua bernyanyi sambil bergandeng tangan satu sama lain “ kemesraan…ini…janganlah cepat berlalu…kemesraan ini…inginku kenang selalu…hatiku damai…jiwaku tentram disampingmu…hatiku damai…jiwaku tentram bersamamu…” bait-bait lagu itu seakan menjadi ikrar bersama untuk kemesraan dan mesra dalam kebersamaan, tentram dan damai selalu.
Siang menjelang sore setelah selesai berkemas aku bersiap-siap meninggalkan Wisma kinasih, kusalami setiap peserta yang kebetulan aku temui siang itu, berat rasanya berpisah dengan mereka, senyuman mani kembali kudapatkan sebagai salam perpisahan tak ketinggalan iringan do’a semoga selamat di perjalanan dan sampai tujuan menyertai rombongan kami, selamat tinggal kinasih, selamat jalan kawan kami akan selalu merindukanmu…jangan lupa kirim kabar, sms dan e-mail begitu yang sering kudengar dari kawan-kawanku.

BOGOR – JOGJAKARTA AGUSTUS 2003

Begitulah sekelumit catatan kenangan, sepenggal kisah…kinasih buatku menjadi pengalaman yang menarik dan berharga, entah buat orang lain, semoga sama seperti yang aku rasakan. kembali aku bertanya pada diriku masihkah akan kukirimkan sepenggal kisah …kinasih ini ? “ ya !! tegasku “. Akan kukirimkan buat temenku yang sempat aku kenal walau sesaat semoga kisah ini selalu mengingatkan aku juga temanku akan indahnya pertemuan dan kebersamaan —semoga—
Berpisah setelah bertemu bagiku bukanlah suatu “ Perpisahan “ tapi merupakan awal dari sebuah “ Persahabatan “ kuharap mereka setuju.
Kupandangi terus catatan kenanganku, tidak terasa ternyata cukup banyak yang sudah aku tulis, mungkin bisa membuat mengantuk bagi orang lain yang membacanya, tidak jelas ujung pangkalnya tapi begitulah adanya. Hadir dan mengalir ! dalam hati aku bertanya akankah kisah ini berakhir sampai disini ? ataukah aku akan melanjutkan menulis kisah indah ini ? entahlah hanya waktu yang bisa jawab semua itu dan hanya Tuhan yang bisa mengabulkan harapanku—semoga–. Kembali kubaca ulang sampai akhirnya kuputuskan akan segera kukirimkan. Sejenak aku berpikir………akh…bukan waktunya berpikir lagi, cepat kirimkan !! send!! temenmu sudah menunggu……Ok…ok…segera kukirim tanpa ba bi bu lagi aku bergegas untuk mengirimkan sepenggal kisahku ini.

– selesai (?) – (bagian ke-5 dari 5 bagian)

Oleh: T. Ridwan | 31 Januari 2007

kisah kinasih [bag. 4]

Selanjutnya….

Kompak becandanya, kompak nggak nurutnya, kompak nggak mengumpulkan apa-apa, tidak seperti kelompok lain yang susah payah mengumpulkan daun-daunan, batu-batuan, rumput, bunga, juga barang-barang aneh lainnya. Selama perjalanan aku merasa seneng banget nggak tau kenapa, padahal rutenya lumayan jauh dan kita-kita sempet mau kesasar lho tapi aku tetap enjoy mungkin aku jalan deket nita terus kali ya he…he…he…Julifer cemburu ni…ye…!!. Oh..ya aku banyak ngobrol sama Anita, orang Manado temen cewek satu kelompok, ngobrol yang ringan-ringan sich…, nita itu orangnya Charm, smart, manis dengan rambut pendeknya, kelihatan agak tomboy, tapi ternyata enggak, dia itu feminim banget, murah senyum cepat akrab sama orang yang baru kenal, nggak seperti aku…yang kata orang tampangku judes, kalo nggak senyum kesannya jutek, angker, hi-hi-hi… padahal aslinya aku tuh pemaluuuu…banget. ( tampang Metallica, tapi hati kayak Betty La Fea P )
Tak terasa kita sudah hampir sampai ke wisma lagi, rintik-rintik hujan menyambut kami dari perjalanan yang sangat menyenangkan, namun gerimis tak berlangsung lama. Sesampai di wisma kami istirahat duduk-duduk di bawah pohon, aku sibuk mencari air dan membagikannya untuk teman-teman yang kehausan. Setelah istirahat sejenak, para peserta kembalimenuju ruang makan. Sedangkan kelompok kami asyik nongkrong di depan gedung sambil bergurau sesama teman kelompok ngegosipin popeye sama sivi, juga tak ketinggalan si Asep yang habis-habisan di gosipin, lucu juga ya mereka ? kaciaaannn…deh lo sep! tapi aku koq nggak digosipin ya ? aku protess !!!
Istirahat, mandi, shalat maghrib, berdo’a untuk perdamaian abadi, lalu kembali mengikuti acara selanjutnya.
Malam itu kami tambah akrab, sampai dudukpun nggak mau jauh-jauh pokoknya satu kelompok ngumpul terus. “ Wan…sini !.” dari jauh kulihat nita melambaikan tangan menyuruhku mendekat. Lalu aku menghampirinya, “Hai…Nita.” Sapaku, setelah itu aku duduk disebelahnya. Kulihat malam itu Nita sangat hmm…manis, dengan balutan kaos ketat putih dan memakai jaket jeans biru tampak serasi dengan Character-nya yang enerjik, charm tapi tetap terlihat santai ( nita sadar nggak ya??)
Pukul 19.00 – 20.30 Talk Show, bersama Bapak Prof. DR. Jusufroni, DR. Mun’im Assiry M. Faruqi dengan moderator pak Glorius Bawengan, M.Th. Talk Show berlangsung menarik dan peserta antusias mengikuti jalannya Talk Show. Tapi ada yang lebih menarik pas Talk Show, aku kenal sama cewek yang duduk di samping kiriku, ya…aku masih ingat dia duduk disamping kiriku mau tau namanya ? Gita Leonita, hmm…nice name pikirku dalam hati. Juga Ocha temennya Gita hik..hik…hik…nama yang unik ya ? simple dan mudah dihapal seperti bunyi lirik lagu “ ocha…ocha…di dinding diam – diam merayap “. Tapi sayang aku kenal mereka berdua Cuma sesaat. Semua salahku, waktu itu aku lagi Badmood males ngomong dan yang lebih parah aku pasang muka suneo-ku, jutek, jaim ( jaga imron he..he..), kalo inget waktu itu nyesel deh sueerr!! Saking nyeselnya aku rela dikasih coklat dan ditraktir bakso he…he…he….

Pukul 20.30 sampai selesai SPECIAL NITE
Sambil menunggu acara special nite juri mengumumkan yel-yel terbaik kelompok diskusi dan lintas alam. Aku dan kawan-kawan nggak nyangka bisa menang, dapet hadiah lagi ! kaos Transformasi Mahasiswa 2003, kaosnya sih nggak seberapa tapi nilai historisnya itu lho. Tiap pemenang dapat satu kaos, yang nggak dapet jangan ngiler ya…? Kita nggak nyangka dapat menang lho lagi-lagi udah takdir Tuhan kali?
Hanya satu kata komentar buat Special Nite, Sip !! asyik, meriah, rame, kocak, seru abis, enjoyable, T-O-P-B-G-T sampai aku berharap tuh acara nggak kelar-kelar sampai pagi cing, soalnya heboh banget ada musik, tari-tarian, teater, lagu-lagu, apa lagi sama yang bawain lagu dangdutnya Ike Nurjanah, duuh…aku jadi jatuh cinta mendadak nih !( tolong salamin dooooonk !! ). Siapa coba ? hayo ngaku ! betuuulll ! Gita lah orangnya, dengan baju warna merah dan gayanya yang enerjik gita bisa membuat orang satu ruangan bergoyang. Suara merdu, tampang cakep, gaya oke, wah pokoknya gita jadi WOMAN OF THE YEAR deh, aku acungin empat jempol buat gita ( dua jempol tangan tambah dua jempol kaki). Tanpa sadar aku larut dalam suasana gembira, turut naik panggung dan bergoyang bersama…uih senengnya. Kalo inget kejadian itu aku sering senyum-senyum sendiri dan berharap suatu saat aku mengulangi keceriaan itu tapi entah kapan dan dimana hanya waktu yang bisa jawab semua itu. Special nite memang malam yang istimewa, nggak salah kalo dinamain special nite ya nggak ?? tapi apa mau dikata “ datangnya keakraban di simpang perpisahan “ malam itu berakhir dengan indahnya.
Senyuman tersungging dari setiap peserta yang keluar meninggalkan ruang pertemuan, Hmmm…akankah ini terulang ?? aku Cuma bisa bertanya dalam hati kecil. Kamu bertanya nggak ?? pasti nggak !! hayoo ngaku aja biar nggak benjut (he…he…jangan dimasukin hati ya ?? Just Kidding.)
Malam semakin larut namun rupanya kemeriahan masih saja berlangsung diluar ruangan, berpuluh-puluh pasang mata salin bertatapan dan menyiratkan perasaan satu sama lain, perasaan indah yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata dan tidak dapat diwakilkan pada langit, bintang atau bulan. Kalo pada awan kira-kira gimana ya? Kayaknya sama deh, susaaaah !! hanya dapat dirasa dan dirasa . Malam sehabis special nite gita ama ocha kemana ya ? apa yang mereka lakuin, masuk kamar terus langsung tidur ? aku sempet kembali keruangan untuk mengambil gitarku yang tertinggal dibawa temen-temen Jakarta, disepanjang jalan dari ruangan pertemuan menuju penginapanku kusapukan pandangan kesekelilingku, kiri-kanan jalan kutatap dengan seksama berharap bisa menemukan Gita, Ocha dan temen-temennya (hik..hik..hik… jadi malu deh ketahuan kalo aku nyariin mereka )

Bersambung…. (ke bagian ke-5)

Oleh: T. Ridwan | 30 Januari 2007

kisah kinasih [bag. 3]

Selanjutnya…. Setelah Pak Nurcholis Madjid, pembicara selanjutnya adalah pak Alwi Shihab yang ketua PKB Kuningan itu, pak Alwi berbicara tentang Radikalisme, ekstrimisme, Eksklusifisme dan isme-isme lainnya aku kurang hapal dan tidak terlalu konsentrasi mengikuti pembahasannya, itu karena lagi-lagi perut keroncongan, protes minta diisi. Semua peserta pun sudah tidak sabar dengan jadwal makan malamnya…hi..hi..hi…kalo inget suka mangkel deh, tapi apa mau dikata ?. Setelah forum dialog selesai, para peserta langsung menyerbu ruang makan mengisi bahan bakar lagi. saking tidak sabar, banyak yang berebutan dan hampir terjadi dorong-dorongan yang dahsyat sesama peserta. Kalo aku sich santai – santai aja yang penting masih kebagian tul…nggak ?? ( jawab doooong !!!!) Sehabis makan malam acara perkenalan dengan memperkenalkan peserta masing-masing dari delegasi kota yang berbeda-beda, ada yang dari Ambon, Manado, Banjarmasin, Papua, Bali, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan lain sebagainya, aku sendiri ikut rombongan Yogyakarta (karena kuliahku di Jogja) walaupun aku sebetulnya asli Jawa Barat, dengan diiringi lagu daerah masing-masing, para rombongan peserta bergantian naik kepanggung untuk memperkenalkan diri sambil melambaikan tangan sebagai tanda persahabatan yang baru saja akan dimulai dari perjumpaan pertama, tampak wajah para peserta berseri-seri dan ramah menyapa hadirin yang ada di dalam ruangan pertemuan. Ketika tiba giliran rombonganku ( Jogja ) aku bersama kawan-kawan maju dan naik kepanggung memperkenalkan diri dari delegasi Jogjakarta ( padahal orang- orangnya kebanyakan Non-Jogja lho seperti aku, aku bukan asli Jogja tapi Jawa barat, tho-ge dari Karawang, Harsya dari palembang, Tompul dari Medan, Mul dari Banten, Rico juga orang luar Jawa, asalnya dari padang sumatera barat. tapi kita kompak, dimana bumi dipijak disana langit dijunjung!! Tul…ga ? Tuuuuuull..!!) Saat itulah aku mulai kenal sama Ocha, ( Ochaaaa !!! makasih ya…udah foto-in aku, kamu inget gaaa ??!! makasih banyak, tapi sayang foto kamu bareng Gita nggak jadi, sayaaang banget……mudah-mudahan kalian tidak kecewa.). perkenalanku dengan ocha sangat singkat, sesingkat kilatan Blitz tapi cukup menyilaukan dan memukau, setelah itu aku tidak tahu mereka kemana saja, seperti kehilangan jejak. Acara malam itu selesai dengan membawa kesan tesendiri di benak para peserta, para peserta kembali ke camp nya masing-masing. Sambil menunggu kantuk mengundang aku bercengkrama ngobrol ngalor-ngidul sama temen-temen asal Jakarta juga ngerumpi bareng kawan-kawan Jogja, seru , asyik, gurih, nikmat, manis, asam, asin, rame rasanya, (lho…lho…koq jadi kayak nano-nano, ahhhh…si Awan payah nih ingetnya makanan mulu). Cape ngobrol satu persatu masuk kamar bergantian sampai tinggal aku sendirian, aku pun beranjak menuju kamar untuk menganyam bulu mata zz..z..z..zz..zzz ( tiduuur !!! maksudnya). Krik…krik…krik…1000 X, dari jauh samar-samar suara jangkrik terdengar syahdu mengalun. 16 AGUSTUS 2003 [ SABTU ] Uuooaaahh…masih ngantuk !! aku bangun lumayan pagi hari ini, mataku masih enggan terbuka lebar-lebar, dari bawah tepatnya dari arah lapangan rumput aku mendengar suara-suara orang lagi belajar berhitung tu..wa..ga..pat.. tu..wa..ga..pat..begitu seterusnya, penasaran siapa yang pagi-pagi sudah berisik teriak-teriak, aku memaksakan diri untuk keluar kamar melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi…..Ooalaaah…rupanya orang-arang. pada senam pagi sambil menghitung gerakan. Aku jadi malu sendiri telat ikut senam. Dari lantai tiga pandanganku kusapukan ke segala arah, lumayan cuci mata pagi-pagi sudah ngeliat pemandangan indah ( hayoo..curiga ya sama aku jangan ngeres dong !!!) udah ah, aku mau mandi dulu !!! Setelah mandi aku menuju ke ruang makan ……buat apa lagi kalo bukan Break Fast. habis sarapan semua peserta di bagi menjadi beberapa kelompok diskusi, nah kelompokku berjumlah lebih dari 14 orang yaitu; Gorgom, Popey, aku sendiri Awan, Santi, Asep, Noerol Hidayat, Hendra, Susan Hariani, Julifer Nicholas, Anita, Wasti, Dian, Sivi, nggak kesebut jangan marah. Uiiih…seru banget. Kelompok kita kelompok 7, kita saling Sharring satu sama lainnya, Sayang saudara kita yang satu ini yang dari Bali agak es krim eh..salah, ekstrim. Habis diskusi kita foto-foto bareng buat kenang-kenangan siapa tau fotonya bisa masuk majalah trubus khan lumayan dapet ha-er. Diskusi selesai !!! waktunya makan siang !! Sruuupppp……akh… minumannya seger! Habis makan dan minum aku buru-buru kumpul lagi dilapangan rumput. acara Lintas Alam sudah menanti, “di luar panaass…!!.” Pekikku, ya ! cuaca siang itu panas sekali terik matahari menyengat kulitku dan menusuk tepat diatas ubun-ubun kepalaku, setiap peserta juga merasakan hal yang sama. Sambil menunggu berangkat aku bersama kelompokku membuat yel-yel “ tung…tung…tung…” ah..sudah lupa tuh. Katanya sih yel- yel terbaik akan mendapatkan hadiah, hadiahnya apa? Entahlah dapat Voucher menginap di Taman safari kali tidur bareng harimau??. Tepat pukul 14.00 lintas alam dimulai dengan mengambil start dari lapangan rumput wisma Kinasih diteruskan keluar gerbang dan berjalan melewati rute jalan jalan setapak yang tak begitu jauh dari wisma. Kami ramai-ramai jalan beriringan perkelompok, walaupun panas dan keringat mulai telihat bercucuran di wajah setiap peserta namun tak sedikitpun aku melihat keluhan diwajah mereka. Setapak demi setapk kami lalui jalan kering, jembatan di atas selokan kecil, pematang sawah, tanah lapang sampai jalan agak terjal. Kiri kanan kulihat panorama yang menarik. Kelompok kami bisa disebut kelompok yang paling kompak.( kelak kelompok kami juara yel-yel karena kekompakannya) Bersambung…. (ke bagian ke-4)

Tulisan Sebelumnya »

Kategori